Inilah Karomah Guru Sekumpul Martapura: Tiba-tiba Rambutan itu Ada di Tangannya

JURNALPRIANGAN.COM: Guru Sekumpul dari Martapura memang sudah tiada. Tapi ulama dari Kalimantan Selatan ini masih dikenang. Siapa yang tak kenal guru sekumpul atau guru sekumpul kalimantan. Beliau sangat sangat kharismatik dan diesegani banyak orang. Maka tak heran semua pejabat di Kalsel khusunya selalu datang sowan kepada beliau. Mereka minta restu dan dibisakan menjalankan amanah kepemimpinan.

Sosok Waliyullah pengamal tarekat Sammaniyah ini memiliki banyak karomah. Namun dia tetap tawadlu kepada siapapun dia berpesan agar jangan terlalu terperdaya dengan keajaiban. Sebab keajaiban itu semu. Keajaiban dan keunikan itu hanya hiasan dunia. Makanya karena kesederhanaannya dan rendah hatunya beliau mencapai maqom tertinggi.

Bacaan Lainnya

Guru Sekumpul Muda Tak Pernah Mimpi Basah

Pada masa kecil atau menginjak remaja seperti biasa pasti pernah mimpi basah, namun Muhammad Zaini Abdul Ghani yang lahir pada 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) itu tak pernah mimpi basah. Haji Abdul Ghani dan Hajjah Masliah binti Haji Mulya kedua orangtuanya memang sudah melihat kelebihan putranya itu.

Ahlaknya terpuji, jujur dan pemurah. Berkat gemblengan neneknya bernama Salbiyah pada usia 4 tahun sudah lancar membaca Al-quran. Memang nenek Salbiyah sangat keras dalam mendidik anak dia menanamkan akhlak, kedisiplinan dan pendidikan tauhid kepada Guru Ijai.

Pos terkait