Inilah Karomah Guru Sekumpul Martapura: Tiba-tiba Rambutan itu Ada di Tangannya

Menginjak usaia tujuh tahun, kedua orangtuanya mengirim ke madrasah diniyah di Kampung Keraton, Martapura. Saat itu Guru Ijai terlihat cerdas dalam menghapal Alquran dan kitab kuning. Dibanding anak seusianya, Guru Ijai adalah murid yang luar biasa.

Terutama setelah berusia usia 10 tahun. Alloh menganugerahinya kassyaf hissi. Artinya mampu melihat dan mendengar yang terjadi di alam ghaib. Tanda bahwa Guru Ijai memiliki kelebihan.

Bacaan Lainnya

Beliau pernah bermimpi di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan didau pintu masuk kapal tertulis ÃSapinah al-Auliya, Guru Ijai ingin masuk tapi tak bisa sebab dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Dia pun terbangun. Anehnya pada malam Jumt berikutnya dia kembali bermimpi.

Pada malam Jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa. Kali ini beliau dpersilakan masuk dan disambut ramah oleh seorang syekh berjubah putih. Ternyata di ruangan itu tak banyak orang beliah meoihat banyak kursi kosong. Begitulah kejadian dalam mimpi yang kelak jadi kenyatan.

Menginjak usia 14 tahun guru Sekumpul tampak ganteng. Dan berwibawa. Meski masih terbilang muda, dia dikaruniai anugerah kewalian. Ketika beljar agama sangat cerdas menangkap pelajaran, rupanya beliah dikasih oleh Allah futuh (pencerahan spiritual) saat membaca sebuah tafsir Qur’an.

Berbeda dengan kebanyak remaja seusianya Guru Sekumpul menghabiskan waktu dengan hal bermanfaat. Belajar keras menimba ilmu. Bukan saja di Kalimantan Selatan tapi hingga ke Pulau Jawa. Beliau menjadi santri do Pesantren Datu Kalampian Bangil, Jawa Timur. Tak cukup itu, belua itu berguru juga kepada Syekh Falah di Bogor.

Untuk mengasah ilmu tarekat beliau belajar kepada Syekh Muhammad Yasin Padang di Mekah, Syekh Hasan Masysyath, Syekh Isma’il Yamani, Syekh Abdul Qadir al-Baar, Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutby, Allamah Ali Junaidi (Berau) ibn Jamaluddin ibn Muhammad Arsyad. Atas petunjuk Syekh Ali Junaidi, beliau kemudian belajar kepada Syekh Fadhil Muhammad (Guru Gadung).

Kepada Guru Gadung Guru Ijai belajar tentang ajaran Nur Muhammad. Beliau juga mendapat ijazah Maulid Simthud Durar dari sahabat karibnya, Habib Anis ibn Alwi ibn Ali al-Habsyi dari Solo, Jawa Tengah. Ia sempat mengajar di Pesantren Darussalam Martapura selama lima tahun. Kemudian membuka pengajian di rumahnya sendiri pada 1970-an, didampingi kyai terkenal yakni Guru Salman Bujang (Guru Salman Mulya). Pada 1988 pindah ke Kampung Sekumpul, membuka kompleks perumahan ar-Raudhah atau Dalam Regol.

Karomah Guru Sekumpul

Pos terkait