Inilah Karomah Guru Sekumpul Martapura: Tiba-tiba Rambutan itu Ada di Tangannya

Karomah yang dimaksudkan di sini bukan hanya keunikan dan keanehan. Tapi Guru Sekumpul ahlaknya makin dicintai orang banyak. Buktinya kewibawaan dan kharismanya memancar luas hingga ke luar Negeri. Buktinya tamu yang datang bukan saja dari Indonesia. Ada yang dari Malaysia, Singapura dan Brunei, bahkan dari Timur tengah.

Kedatang mereka selain untuk berguru, ada juga yang mencari berkah dan doa. Yang datang ke Martapura bukan saja pejabat tapi para ulama besar seperti Gus Dur Aa Gym, Arifin Ilham (almarhum) Yusuf Mansyur juga pernah berguru ke Guru Sekumpul. Mereka datang juga untuk menjadi bagian dari pengamal Tarekat Samaniyyah.

Bacaan Lainnya

Berikut ini kelebihan Karomah Guru Sekumpul

Penuh Kasih sayang kepada sesama. Ada yang memukulinya pun beliau tidak dendam. Ada sebuah cerita bahwa beliau dipukuli oleh orang-orang yang dengki kepadanya. Anehnya dia tidak pernah mengeluh justru mebalas dengan kebaikan kepada orang yeng mencelakakan dirinya. Dia tidak menaruh dendam sama sekali. Oleh karena itu kepada murid-muridnya beliah mengajarkan agar selalu hormat kepada sesama meskipun orang itu benci. Karena akhlaknya yang terpuji itulah pengajian di Sekumpul selalu dipenuhi hingga puluhan ribu.

Dermawan
Sudah bukan rahasia umum lagi kedermawanan guru Sekumpul dirasakan semua orang. Bukan hanya di lingkungannya sendiri tapi kepada orang yang jauh. Terutama kepada musafir yang berkunjung ke pesantrennya di Martapura. Belia selalu berpesan jangan bakhil.

Rambutan Tiba-tiba Ada di Tangan

Ada kisah menarik saat rcerita tentang buah rambutan, saat itu memang belum musim rambutan. Namun berkat karomahnya beliau mengacungkan tangannya ke belakang. Seolah-olah mengambil sesuatu. Sejurus kemudian mendadak di tangannya sudah memegang rambutan matang, kemudian beliau makan.

Karomah Guru Sekumpul Makanan Penuh Lagi

Beliau juga bisa memperbanyak makanan setelah makan sepiring sampai habis, tiba-tiba makanan di piring itu penuh lagi, seakan-akan tak dimakan olehnya. Kisah lain, suatu ketika terjadi musim kemarau panjang, dan sumur-sumur mengering.

Guru Sekumpul Berdoa dan HUjan pun Turun

Masyarakat pun meminta Guru Ijai agar berdoa meminta hujan. Beliau lalu mendekati sebatang pohon pisang, menggoyang-goyangkan pohon itu dan tak lama kemudian hujan pun turun. Beliau juga dikenal bisa menyembuhkan banyak orang dengan kekuatan spiritualnya.

Hafal Quran sejak usia 7 Tahun

Kelebihan lain yang dimiliki Guru Sekumpul adalah hafal Al-Qur’an sejak berusia 7 tahun. Kemudian hafal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun. Dalam usia kurang lebih 10 tahun, sudah mendapat khususiat (anugerah) berupa Kasyaf Hissi yaitu melihat dan mendengar apa yang ada di dalam atau yang terdinding.

Pada usia 9 tahun pas malam Jumat, Guru Sekumpul pernah bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Beliau ingin masuk, tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur.

Dia pun terbangun. Pada malam Jum’at berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa. Pada malam Jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini ia dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang Syekh. Ketika sudah masuk ia melihat masih banyak kursi yang kosong. Saat Guru Sekumpul merantau ke Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka orang yang pertama kali menyambutnya dan menjadi gurunya adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi tersebut.

Guru Sekumpul Bermimpi Saidina Ali dan Husain

Dalam Manakib Risalah Riwayat KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni Albanjari yang disusun Guru H Muhammad Hudhari. Guru Hudhari menceritakan bahwa Abah Guru Sekumpul sewaktu kecil pernah bermimpi bertemu Sayidina Hasan dan Sayidina Husin, cucunya Rasulullah SAW yang keduanya membawakan pakaian jubah dan memasangkan kepadanya lengkap dengan surban.

Kemudian keduanya memberikan nama Zainal Abidin. Setelah bangun, beliau menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Kemudian ayahnya menganti nama beliau yang dulunya Qusyairi menjadi Muhammad Zaini. Kisah lain, suatu hari Abah Guru Sekumpul berburu burung. Ketika sampai di Padang Karang ia mendengar suara dzikir “Laa ilaha illallah”. Spontan ia pun berjalan naik ke Kampung Karang Tengah mencari asal suara itu.

Ternyata dzikir itu berasal dari makom tuan Guru Haji Abdullah Khotib. Beliau langsung berjiarah dan setiap tengah malam bulan terang Guru Sekumpul melakukan ziarah ke makam itu. Di akhir hayat Guru Ijai –julukan lain Guru Sekumpul– sebelum meninggal dunia, sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Namun, pada Selasa malam beliau pulang dan tiba di Banjarmasin.

Rabu 10 Agustus 2005, pukul 5.10 waktu setempat umat Islam khususnya yang ada di Kalimantan beduka Ribuan orang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan luar Kalimantan  berdatangan ke Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi jenazah beliau hingga ke pemakaman. Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.(*)

Pos terkait