Kisah Anang Hermansyah dan Ashanty Mencari Guru Mursyid

Kisah Anang Hermansyah dan Ashanty Mencari Guru Mursyid
Kisah Anang Hermansyah dan Ashanty Mencari Guru Mursyid

CIAMIS, JURNALPriangan.com: Keluarga Anang Hermansyah penyanyi papan atas sudah mengambil hak talqin dzikirnya di Pesantren Jagat Arsy BSD Tangggerang, Banten. Selain itu Anang datang ke Sirnarasa untuk shohbah kepada Guru Mursyid TQN PP Suryalaya-Sirnarasa Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul.

H Anang datang ke Sirnarasa dengan H Budi (abah Jagat), Bukan diundang tapi datang sendiri,” kata pangersa Abah Aos seperti dikemukakan dalam Chanel Youtube Ikhwan 38 yang diungah 22 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Anang Hermansyah bercerita kepada pangersa Abah setelah ditalqin dzikir banyak mengalami keajaiban dalam hidupnya. Ketika duduk sebagai anggota Komisi X DPR. Anang yang ikut merancang Undang-Undang (RUU) Permusikan dan pembajakan lahgu merasakan betapa susahnya UU itu disahkan. Namun setelah masuk thoriqoh dua tahun setelah itu, UU pembajakan disahkan.

“Dua tahun menunggu SK Pembajakan lagu ngak turun0-turun tapi setelah manaqiba SK Pembajakan lagu itu malah turun. kata Haji Anang, kata Abah Aos.Anang Firmasnyah mengaku setelah bertemu Abah Aos pencariannya mencari guru ruhani berakhir. Dia memantapkan diri bersama keluarga untuk mengamalkan ajaran TQN Suryalaya.

“Saya cudah capek cari guru, dan Alhamdulillah ketemu pangersa Abah Aos,” kata Anang.

Kedekatan Keluarga Anang Firmasyah dengan TQN PP SUryalaya memang sejak dulu. Namun lebih dimantapkan lagi setelah bertemu Pembantu khusus Abah Aos KH Budirahman Hakim.
Bahkan Abah Jagat kerap memberikan di rumah Anang dan Ashanty.

:Baca juga. Imam Masjid Raya Bandung: Hanya Sirnarasa yang Berani Lawan Covid 19

Momen pengajian itu diupload di Chanel Youtube THe Hermansyah pada tanggal 20 Mei 2020.Tampak dalam video itu juga Abah Jagat menyampaikan pengajian.
Sebelum anaknya, Aurel Hermansyah menikah dengan Youtuber Atta Halilintar Abah Jagat juga kerap memberikan nasehat pernikahan.

Abah Jagat menjelaskan bahwa Pernikahan itu kebaikan di atas kebaikan karena merupakan separuh agama.”Pernikahan itu separuh agama, jadi kebaikan maha kebaikan,” jawab Abah Jagat.

Maka dari itu, ketika sdah ada niatan baik untuk Menikah, maka harus disegerakan tanpa banyak pertimbangan soal duniawi.

“Jadi pernikahan itu bukan menunggu usia mapan. Kalau menunggu mapan, tidak akan kawin-kawin nikah-nikah.
Menikah menunggu yang cocok pun tidak akan nikah-nikah. Nikah nunggu orang yang mau menerima kita apa adanya juga tidak akan nikah juga,” papar Abah Jagat. (ref)

 

Pos terkait