Talqin Dzikir itu Beda dengan Talqin Mayit, Ini Penjelasannya

daftar wakil Talqin DKI Jakarta
wakil talqin sedang menalqin

TALQIN yang diketahui oleh masyarakat umum  adalah kepada orang yang sudah meninggal atau sedang sakaratul maut. Atau talqin mayit.. Soal talqin mayit memang ada Hadits Nabi yang artinya Talqinkanlah oleh kamu orang-orang yang akan mati dengan kalimat Laa Ilaaha Illalaah”. Biasanya talqin kepada jenazah dilakukan oleh kiyai di atas liang lahat mayit sebelum dikubur.

Namun berbeda dengan pemahaman orang tarekat atau kaum sufi bahwa, talqin itu bukan untuk orang yang akan dan telah meninggal. Logikanya bagaimana bisa mengucapkan kalimat Laillaha illlooh kalau pada masa hdupnya tak istiqomah mendawamkan dzikir tersebut.  Menurut pemahaman orang TQN PP Suryalaya hadist Nabi  yang menyuruh orang yang akan mati ditalqin adalah yang hatinya mati,hatinya keras. Makanya orang hdup harus ditalqin Dzikir..

Talqin Dzikir Suryalaya, begitu orang umum menyebut terhadap pelaksaan talqin dzikir yang dilaksanakan TQN PP Suryalaya. Fungsi talqin dzikir di pesantren Suryalaya ini selain membentengi diri dari hawa nafsu dan syetan juga untuk membersihkan diri dari dosa.

Bacaan Lainnya

Dalam Kitab Sirrul Asror karya Sayyid Syeikh Abdul Qodir Al Jailani Qs pengertian Talqin dzikir sangat dalam. Talqin dzikir berdapmakn kepada basiroh  atau inti Ruh ( ‘ain ar-ruh ). Menurut pawa wali Alloh basiroh memang sulit dibuka oleh orang awam. Tak bisa dibedah dengan logika  atau ilmu lahiriah. Tapi harus ilmu laduni atau ilmu bhatin yang hanya sedikit oran saja  yang mengetahuinya.

Hal ini ditegaskan dalam Firman ALloh yang artinya “Dan Kami Ajarkan Kepadanya Satu ilmu dari sisi Kami” ( al-kahfi 65 ).

Oleh karena itu bagi orang yang ingin menggapai  inti Ruh yakni berguru kepada Ahli Basiroh. Siapa itu? wali mursyid dengan mengambil hak talqin. Mursyidlah yang memberi arahan langsung terhadap ruh dari alam Lahut.

Pengertian Talqin Dzikir dan Dasar Hukumnya

Secara bahasa Dzikir adalah mengingat Allah. Dalam  thoriqoh Dzikir aadalah bacaan “Allah “atau bacaan “La ilaaha illallah”. Ada dua jenis zikir yang dilaksanakan para pengamal thoriqoh, yakni Dzikir Sirri (zikir Khofi atau dzikir ismu Dzat) dan zikir zahar (keras). Dua jenis   dzikir ini dari dua sahabat yakni Abubakar dan Sayidina ALi dan menjadi menjadi dasar hukum bagi pengamal thoriqoh.

Oleh karena itu dzikir yang dilaksanakan para pengamal tarekat harus mempunyai sanad (ikatan) yang mutasil (bersambung) dari guru mursyidnya yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah SAW. Penisbatan (pengakuan adanya hubungan) seorang murid dengan guru mursyidnya hanya bisa melalui Talqin dan Ta’lim dari seorang guru yang telah memperoleh izin untuk memberikan ijazah yang sah yang bersandar sampai kepada guru mursyid Shohibuth Thoriqoh, yang terus bersambung sampai kepada rasulullah SAW.

Dzikir yang tidak dilaqinkan tidak sempurna, kecuali  talqin dan izin  seorang guru mursyid yang kamil mukamil. Oleh karena itu para  ulama thoriqoh sepakat bahwa  talqin dzikir ini sebagai salah satu syarat dalam berthoriqoh. Sebenarnya makna hakiki berthoriqoh itu adalah adanya keterikatan antara satu hati dengan hati yang lainnya sampai kepada rasulullah SAW, yang bersambung sampai kehadirat Yang Maha Haqq, Allah Azza wa Jalla. Dan orang yang sudah ditalqin atau dibai’at dari seorang guru mursyid, artinya sudah masuk gerbong silsilah para kekasih Allah.

Seseorang yang berbai’at thoriqoh berarti dia telah berusaha untuk mengamalkan atau menjalankan perintah guru mursyid yang bersambung ke atas sampai ke Rasulullah . Abah Anom pun mengatakan, perumpamaan orang ditalqin oleh guru mursyid itu seperti lingkaran rantai yang saling bergandengan hingga induknya, yaitu Rasulullah SAW. Jadi kalau induknya ditarik maka semua lingkaran yang terangkai akan ikut tertarik kemanapun arah tarikannya itu. Dan silsilah para wali sampai kepada Rasulullah SAW itu bagaikan sebuah rangkaian lingkaran-lingkaran anak rantai yang saling berhubungan.

Sedangkan orang yang belum mengambil haknya untuk ditalqin dzikir  kepada seorang guru mursyid, ibarat anak rantai yang terlepas dari rangkaiannya. Seumpama induk rantai itu ditarik, maka ia tidak akan ikut tertarik. Kita harus bersyukur karena telah diberi ghiroh (semangat) dan kemauan untuk berbai’at kepada guru mursyid. Selanjutnya kita beristiqomah menjalaninya serta senantiasa menjaga dan menjalankan syari’at dengan sungguh-sungguh. Dan hendaknya juga dapat istiqomah didalam murabathah (merekatkan hubungan) dengan guru musyid kita masing-masing.

Talqin Dzikir Suryalaya

Talqin dzikir yang dilaksanakan TQN Suryalaya selain mengantarkan ruh kita kepada sang Maha Pencipta, juga untuk mencapai taqwa.  Alloh Swt berfirman dalam QS Alfath ayat 36 yang artinya Dan ( Alloh ) Mewajibkan Kpda Mereka mendapatkan Kalimat Taqwa (Al-fath 26).

Untuk mencapai tawa itulah harus diawali dengan taubat yang tulus serta mendapat taqin dzikir dari syekh mursyid. Menurut mursyid TQN PP Suryalaya maksud kalimat taqwa itu adalah Lāilāhaillalloh (tidak ada Tuhan Selain ALloh). Kalau hatinya sudah tidak ada yang lain selain Alloh maka itulah orang yang taqwa. Dia akan menjalankan perintah-NYA dan menjauhi segala yang dilarang Alloh SWT.

Untuk masalah ini lihat  Surat Muhammad ayat 19. artinya Ketahuilah bahwa sesungguhnya Tiada Tuhan Melainkan Alloh dan Mohonlah ampun bagi dosamu dan bagi ( dosa ) Orang-orang Mukmin, Lelaki dan perempuan. ( Muhammad 19 ).

Perumpamaan orang yang taubat dan byang berdosa Lahiriah saja seperti orang Yg memotong rumput sampai dipangkal batang saja, tidak mau mencabut dari akarnya. Maka, pasti akan tumbuh lagi, bahkan lebih Banyak dari sebelumnya. ( sedangkan ) Ahli Taubat yg bertaubat dari segala dosa dan ahlak buruk bagaikan orang yg mencabut rumput hingga akarnya. Maka dipastikan dia tidak akan tumbuh lagi kecuali sedikit. Maka talqin adalah alat untuk “memotong” segala sesuatu selain Alloh SWT  Qolbu orang yang ditalqin akan diisi penuh oleh cahaya Allah.

Seperti yang dikatakan sahabat Nabi Sayyiduna Umar bin Khattab. “Qolbuku melihat Robb-ku dengan cahaya Robb-ku. Artinya qolbu manusa adalah cermin yang bisa memantulkan cermin yang

Kesaksian Umar bin Khattob Ra tak bisa diraih kecuali dengan TALQIN dari Guru Mursyid yang telah wusul kepada Alloh Swt. Wallaohu alam

H Alfaqir Alciamisi

Sumber: NU Online

Pos terkait