Yusuf Mansur Bakal Polisikan Semua Orang Yang Memfitnah Investasi Bodong

JURNALPRIANGAN.com:  Belakangan ini dai kondang yang terkenal dengan konsep sedekah  Ustaz Yusuf Mansur diterpa isu investasi bodong. Konten yang memojokan pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran ini kian santer. Tersebar di medsos dengan narasi memojokan.

Melihat makin maraknya tudingan itu, Kuasa Hukum Yusuf Mansur, Dedy DJ balik menyerang orang-orang yang mencemarkan nama baik Yusuf Mansur. Pihaknya bahkan tak main-main untuk melaporkan ke polisi orang yang menuding  yang tidak berdasar.

Bacaan Lainnya

“Tujuan kami mewakili KH Yusuf Mansur untuk mencounter semua berita-berita liar yang sudah menjadi bola liar. Ini adalah suatu penggiringan opini bahwa KH Yusuf Mansur adalah penipu saya katakan adalah salah besar,” kata Dedy kepada wartawan, Senin, 10 Januari 2022.

Dedy menjelaskan, bahwa Yusuf Mansur kliennya tersebut membuat bisnis bernama patungan aset managemen atau Pay Trend pada 2012 lalu hingga 2018.

Bisnis itu modelnya patungan  dimana setiap orang melakukan investasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp12 dengan jangka waktu 10 tahun dan akan meraup keuntungan sebesar 8 persen pertahun.

Namun kata Dedy, belakangan Yusuf Mansur dituding melakukan investasi bodong padahal tidak.
Bahkan perusahaan kliennya itu telah mendapat pengakuan dari Bank Indonesia dengan Nomor 20/2017/dksp/surat/BI tanggal 22 Mei 2018.

“Jadi tidak benar bola liar diluar mengatakan Yusuf Nansur adalah penipu atau bisnis bodong. Bisnis ini nyata hotel ada berdiri cuma tinggal tunggu proses, sukses itu perlu proses,” tuturnya.

Dedy mengungkapkan, sebagian uang investor dalam Pay Trend tersebut juga sudah dikembalikan kepada nasabah. Makanya dirinya bakal melaporkan sejumlah pihak yang telah menuding kliennya tersebut sebagai investasi bodong.

“Jadi saya sampaikan sekali lagi hati-hati buat kreator yang mencari keuntungan pribadi hati-hati. Saya mewakili KH Yusuf Mansur akan mengambil langkah hukum dengan tegas,” tuturnya.

“Jadi nanti ada tiga aktor yang saya akan laporkan termasuk para penggugat yang telah menerima uangnya kembali tapi dia ikut ikutan melakukan penghiringan opini seakan akan bahwa bisnis ini tidak ada padahal nyata,” ucapnya.***

 

 

Pos terkait