Main Draw Terus Apakah PSGC Berpeluang Lolos ke Liga 2 Ini Jawaban Asisten Pelatih

FOTO TANGKAPAN LAYAR/INSTAGRAM PSGC

 

JURNALPRIANGAN.COM- Ambisi PSGC Ciamis yang pengen kembali ke habitatnya naik ke Liga 2 Indonesia tampaknya ditentukan pada laga akhir Grup DD dalam lanjutan 16 Besar Liga 3 Indonesia.

Alasannya dalam dua laga PSGC selalu main draw, Laga Perdana lawan Mataram Utama 1-1 juga lawan Persidago Gorontalo juga berakhir draw.

Bacaan Lainnya

Namun asisten Pelatih PSGC Dicky Jong Adhitia tetap optimis PSGC bakal lolos, alasannya laga babak 16 Besar Liga 3 Nasional masih belum berakhir.

Meski sama-sama draw, namun PSGC memuncaki klasemen sementara Grup DD Persaingan di grup ini sangat ketat. Empat tim peserta semuanya baru mengantongi dua poin dari dua laga.

Seperti diketahui di Grup DD semua tim meraih hasil imbang. Hasil pertandingan Mataram Utama FC vs Gresik United 1-1 dan PSGC Ciamis vs Persidago juga 1-1.

Tapi melihat klasemen sementara Grup DD PSGC berada di puncak. Sebab PSGC memiliki agresivitas gol yang lebih dibanding tim lain
PSGC Ciamis baru memasukan dua gol dan menggolkan dua

“Sebenarnya permainan PSGC selalu mendominasi namun sayang penyelesaian terakhir tak selalu berbuah gol. Anak-anak kurang tenang,” kata Dicky.

Baca juga:   Laga PSGC Ciamis Vs Mataram Utama Ajang Adu Gengsi, Ini Kata Kedua Pelatih
Baca juga:   Jadwal PSGC Main di 16 Besar Liga 3 Nasional, Selangkah Lagi Huni Liga 2

 

Menurut Jong, persaingan di Grup DD memang sengit. Semua tim berpeluang untuk menang. Mataram Utama dan Persidago serta Gresik United sama-sama punya ambisi lolos.

“Tapi hanya juara grup dan runner up yang langsung lolos ke liga 2. Makanya pada laga terakhir melawan Gresik United harus menang. Gresik United tampaknya bisa kita taklukan sebab kekuatanya sama rata

Balad Galuh asal Panjalu, Deden Syamsul Huda mengatakan, para pemain PSGC sebenarnya selalu mendominasi pertandingan. Namun kurang konsentrasi seperti pada laga PSGC vs Persidago. Menurutnya, Laskar Singacala malah kecolongan gol di menit awal. Padahal strikel Persidago Ismail Adam tak dikawal. Dan gol terjadi pada menit kedua.

“Alhamdulillah berkat kerja keras pemain, di menit 30 Ganjar Kurniawan yang mencetak gol. Sehingga kedudukan 1-1,” ungkapnya.

Jong mengakui di babak kedua, stamina pemain PSGC Ciamis mengalami penurunan. Sehingga sampai akhir pertandingan tidak ada lagi gol tercipta. Hal itu karena pemain lebih kerja keras di babak pertama untuk menyamakan kedudukan.

Dia pun mengeluhkan kepemimpinan wasit dalam laga tersebut. Sebab, PSGC harusnya mendapat hadiah penalti setelah bola mengenai tangan pemain lawan di kotak penalti.

“Tadi memang sedikit kecewa sama wasit di menit-menit akhir pertandingan. Keputusan wasit patut dipertanyakan. Di cuplikan terlihat jelas bola mengenai tangan. Itu harus jadi perhatian agar lebih jeli lagi dalam mengambil keputusan,” ungkapnya.

 

 

Pos terkait