Ini Dia Rahasia Sholat Syukur Lailatul Qadar Kata Pangersa Abah Aos

*
Ini sekelumit hikmah atas pemilihan surat At-Takatsur 1x dan surat Al-Ikhlash 3x ditiap-tiap roka’at dalam Sholat Syukur Lailatul Qadar.

1. Surah dalam al-Qur’an yang menjadi implementasi dari wujud syukur adalah surah at-Takatsur. Sabda Nabi saw : “Jika seseorang membaca surat at-Takatsur, maka orang ini akan di panggil oleh penduduk kerajaan langit dengan panggilan “Mu’addis Syukri lillaahi” (orang yang mengungkapkan/melaksanakan syukur kepada Alloh”.

2. Mendapatkan 1 Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan. Membaca 1 kali surah at-Takatsur senilai membaca 1000 ayat al-Qur’an. Sabda Nabi saw : “siapa diantara kalian yang mampu membaca 1000 ayat setiap malam?. Sahabat balik bertanya,”siapa yang kuat wahai Rosul?. Beliau menjawab, “yakni salah seorang diantara kalian yang membaca 1 kali surah at-Takatsur. Alloh berikan baginya pahala bacaan 1000 ayat”.

Bacaan Lainnya

3. Surat at-Takatsur terdiri dari 8 ayat. 8 ayat ini menjadi wakil dari 8 huruf yang terdapat di dalam Zikir Khofi. Nama “Alloh” terdiri dari 4 huruf. Kita baca ini dua kali dalam satu ketukan, maka jumlahnya adalah 8 huruf. 8 ayat yang menjadi representasi dari 8 huruf dalam Zikir Khofi.

4. Surat al-Ikhlash terdiri dari 4 ayat. Surah ini di baca sebanyak 3 kali. Maka ada 12 ayat yang di baca (tentu selain Basmalllah). 12 ayat itu adalah representasi dari 12 huruf dalam Zikir Jahar “Laa ilaaha illalloh”. Mulai dari “Laa ilaaha illa” (laam, alif, alif, lam, ha, alif, lam, illa) jumlahnya 8 huruf, di tambah “Alloh” (alif, lam, lam, ha) 4 huruf. Plus 12 adalah tajfir dari nilai 165 (1+6+5= 12), juga tajfir dari nilai “Alloh” 66 (6+6 =12)
Maka genaplah 12 huruf. Zikir Jahar dan Khofi. Surah at-Takatsur dan al-Ikhlash.

5. Membaca 3 kali surah al-Ikhlash setara dengan membaca 1 al-Qur’an. Sabda Nabi saw : “Surah al-Ikhlash menandingi sepertiga al-Qur’an”. Umum kita tahu, jumlah ayat dalam al-Qur’an sebanyak 6666 ayat (lihat pembahasaan jumlah ini dalam postingan sebelumnya).

Sehingga 3 kali surah al-Ikhlash adalah sama dengan 1 al-Qur’an. Kalimat Ikhlash adalah “Laa ilaaha illalloh”. Surat al-Ikhlash adalah surat berisi peneguhan Tauhid. Secara zohir, “HU” dalam “Innaa anzalnaHU fii lailatil qadar” merujuk kepada Al-Qur’an. Tapi secara makna bathin, “HU” kembali kepada Zikir Khofi yang bernilai 66 (Alloh) 66 (Alloh). “HU” juga kembali kepada 3 kalimat Ikhlash “Laa ilaaha illalloh”. Inilah Lailatul Qadar hakiki. Bukankah baginda Muhammad saw sudah tegaskan, “sesungguhnya setiap ayat memiliki makna zohir dan makna bathin”.
***
Sudah, kita hanya tinggal menelan saja. Sudah disiapkan hidangannya, bahkan sudah di suapkan ke mulut ruhani kita. Yang kita perlukan hanya menelannya untuk menjadi gizi spiritual ruhani kita.

Alfu alfi syukrin Guru Agung Pangersa Abah Aos, atas suapan hidangan penuh gizi spiritual ini…

 

Pos terkait