PeduliLindungi Diduga Melanggar HAM, Ini Kata Legislator PKS

sukamta

JURNALPRIANGAN.COM РHeboh soal aolikasi pedulilindungi yang dipermasalahkan Amerika, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengingatkan pemerintah untuk tetap tenang dalam menyikapinya. Temuan  Kemenlu AS yang menyebut PeduliLindungi masuk daftar aplikasi yang melanggar HAM itu adalah tindakan yang sangat emosional.

“Kita harus tenang dan menanggapinya dengan jernih, Pernyataan Kemenlu AS ini perlu disikapi dengan jernih,” kata Sukamta melalui keterangan persnya, Minggu (24/4).

Legislator Fraksi PKS itu mengatakan Indonesia bisa melakukan dua tindakan menyikapi temuan Kemenlu AS tentang PeduliLindungi.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Diminta Bertindak Pertama, kata Sukamta, Indonesia meminta penjelasan secara terperinci kepada sebuah LSM yang melaporkan temuan kepada Kemenlu AS. Akibat temuan LSM itu, PeduliLindungi dituding melanggar HAM oleh Amerika Serikat.

“Pasalnya dalam laporan LSM tersebut, hanya disebutkan PeduliLindungi mengumpulkan informasi dan bagaimana data tersebut disimpan dan digunakan pemerintah,” ujar legislator Daerah Pemilihan Yogyakarta itu.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan aplikasi PeduliLindungi tidak melanggar HAM. Aplikasi itu baik untuk mencegah penyebaran covid-19 di Indonesia.

“Saya kira aplikasi PeduliLindungi harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yaitu perlindungan hak atas kesehatan dan hak hidup warga negara, sehingga membutuhkan tools untuk tracing dan treatment,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara melalui keterangan tertulis, Minggu, 17 April 2022.

Beka membantah aplikasi itu dikeluhkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), seperti laporan Amerika Serikat (AS). Komnas HAM tidak pernah menerima laporan dugaan pelanggaran HAM terkait aplikasi itu.  (*)

 

Pos terkait