Pengakuan Dosen UPI Bandung: Habib Luthfi Memberi Petunjuk Untuk Berguru ke Abah Aos

JURNALPRIANGAN.COM- Makin ditentang makin membentang, kalimat itu mengambarkan perjalanan kemursyidan pangersa Abah Aos dalam mengamalkan, mengamankan dan melestarikan ajaran TQN Suryalaya. Perkembangan TQN makin pesat,  orang berdatangan untuk belajar thoriqoh dengan mengambil talqin dzikir. Salah satu yang mengambil talqin dikir itu adalah Dosen UPI Bandung.

Kisahnya dieritakan langsung oleh Pangersa Abah Aos pada kesempatan berkumpul dengan murid-muridnya di Madrosah Ponpes Sirnarasa di Dusun Ciceuri Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis pada Jumat 22 April 2022. Video tentang pengakuan dosen UPI juga diupload dalam Chanel Youtube Employe of Allah.

Pangersa Abah Aos bercerita, pada sebuah kesempatan ada seorang  ikhwan dari Trsumi Cirebon. Dia adalah dosen UPI Bandung.  Dosen itu mimpi ketemu Habib Luthfi, dalam mimpinya
Habib Luthfi memerintahkan dosen itu untuk mencari Abah Aos. “Hanya seperti itu lalu dosen itu nanya-nanya sampai sini lalu ketemu ABah dan
menginap di sini ditalqin,” kata pangersa Abah Aos.

Bacaan Lainnya

Menurut Syekh Muhammad Abdul Gaos SM,  orang yang sudah ditalqin itu pasti bukan mudah-mudahan lagi lihat dai-dai di TV one bicara nya ke surga itu mudah-
mudahan.

“Tapi kita tidak boleh menyalahkan ajaran orang lain. Biarkan saja. Kita mah jangan mudah-mudahan surga itu harus
dibeli dari sekarang, nanam sekarang,” katanya.

Abah Aos mengibaratkan orang yang belum ditalqin seperti orang yang mengantre di Bank BCA. Ikut mengantre tapi menanam atau menabung belum. Pas di kasir ditanya buku tabungannya.
Eh malah pelanga-pelongo, eh kamu iseng mau ambil uang siapa.

Kalau yang punya kartu Prioritas BCA mah ngak mengantre. Bidah kalau mengantre mah. Kartu prioritas itu talqin dzikir
dalam TQN.

“Jadi talqin itu membeli 3 surga plus serah terima kunci. Ngapain dikasih mobil tapi tidak dikasih kuncinya. Masa mau
dijilat, jilat tuh mobil.Atau pindah tidur di bawah mobil.

Semua umat Islam sudah tahu bahwa kunci surga itu adalah Lailhaillahlloh.

Terus ada yang nanya kunci surga yang mana kuncinya laillah ilalloh. Jawabannya ada di kitab yang dikarang Syekh ABdul Qodir 10 abad lalu.

“ABah diberi kitab itu oleh abah anom . Talqin itu membeli 3 surga Ma’wa Na’im dan Surga Firdaus. Surga raga, nyawa dan rasa. Surga alam mulki malakut jabarut.

“Kuncinya lailahaillaloh jadi dalam laillaha ilaloh itu tersirat 3 surga,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

Pos terkait