Agun Minta Generasi Muda Manfaatkan Teknologi untuk Kelola Dana Desa

  • Whatsapp

CIAMIS,JP.COM: Anggota DPR RI Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa meminta generasi muda ikut andil dalam pengelolaan dana desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Generasi muda sudah bukan zamannya lagi untuk santai-santai. Generasi muda bisa membantu pengelolaan dana desa dengan menginformasikan kemajuan desa atau laporan penggunaan dana desa melalu smarphone.

“Semua kan punya gadget, daripada WhatsApp Grup digunakan untuk hal yang tidak bermamfaat, alangkah baiknya generasi muda membuat komunitas yang positif. Komunitas tersebut dapat disinergikan dengan pihak desa, sehingga kucuran dana desa tersebut dapat dimanfaatkan, salah satunya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Agun usai memberikan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di Aula Disdik Ciamis, Sabtu (30/11/2019)..

Muat Lebih

Dengan smarphone juga generasi muda bisa menambah penghasilan dengan bisnis online. Misalnya WhatsApp Grup tersebut digunakan untuk kepentingan bisnis yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dan ketika bisnis tersebut tumbuh, produknya bisa keluar desa yang bersebelahan.

Langkah inilah yang harus dilakukan para generasi muda, selain dapat memberikan ruang dan kesempatan yang baik terhadap penggunaan teknologi, juga dapat mencegah dampak negatif penggunaan teknologi smartphone.

“Dengan hal-hal yang positif tersebut kita dapat mengontrol pengaruh akan teknologi yang serba cepat ini, karena menurutnya tidak selamanya informasi teknologi yang datang itu positif,” ucapnya.

Anggota DPR-RI Dapil Jabar X (Kab Kuningan, CIamis, Kota Banjar dan Kab Pangandaran) ini mengajak genarasi muda untuk melek teknologi dan memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Generasi muda juga dituntut untuk menciptakan langkah-langkah yang kreatif dan inovatif, terutama menciptakan lapangan pekerjaan.

Agun juga kembali menegaskan kembali maju dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam munas yang bakal digelar 3 Desember mendatang. Menurut Agun untuk menciptakan pemerintahan sehat dan bersih, saat menggapai posisi Ketum Golkar, dia akan melakukan cara-cara yang baik, tidak mengedepankan gaya transaksional.

“Dari dulu saya selalu mengggas tentang idealism, maka dari itu saya tidak akan pernah berhenti karena yakin Tuhan bersama saya,” ungkapnya. (rev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *