Ini Dia Urang Garut yang Populer, Mulai dari Mulan Jameela hingga Kiyai Jujun

oleh -133 views

GARUT, JP.COM- Inilah tokoh asal Garut yang populer dalam tiga tahun terakhir ini. Mereka adalah politisi, kiyai, sastrawan dan artis.Popularitas meraka berdasarkan survei yang dilakukan oleh salah satu radio di Kabupaten Garut berdasarkan seringnya para tokoh tersebut muncul di media massa.

Urang Garut yang Heboh itu adalah

1. Mulan Jameela

Siapa yang tak kenal Mulan Jameela? Isteri musisi kondang Ahmad Dani ini adalah urang Garut dengan nama asli Raden Terry Tantri Wulansari. Mantan vokalis duo Ratu ini lahir di Garut, 23 Agustus 1979. Mulan adalah janda beranak dua sebelum nikah bersama Ahmad Dhani. Mulan sempat menbuat kehebohan karena dianggap merebut Ahmad Dhani dari Maia Esianty.

Mulan pertama kali muncul di dunia hiburan saat menjadi . Duo besutan Maia Estianty tersebut menerimanya sebagai vokalis di awal tahvokalis Duo Ratu. Pada tahun 2005. Mulan memakai nama panggung Mulan Kwok, bersama Maia. Mereka merilis dua album yang meraih kesuksesan besar, yaitu “Ratu & Friends” (2005) dan “No. Satu” (2006). Dengan melambungnya nama Ratu saat itu, Mulan pun ikut melejit sebagai salah satu vokalis papan atas di Indonesia.

Akhir Januari 2007 Mulan mundur dari duo Ratu dan ditampung oleh Republik Cinta Management (RCM) di bawah naungan Ahmad Dhani. Kemudian Mulan merilis albumnya yang berjudul “Mulan Jameela” (2008) sebagai album solonya. Sesuai dengan judul album, Mulan tak lagi memakai nama Mulan Kwok sebagai nama panggungnya. Nama Mulan Jameela resmi ia pakai di atas panggung setelah bernaung di RCM.

Akhirnya terciptalah Album Makhluk Tuhan Paling Seksi” (2008). Lagu tersebut laris manis sehinga meraih penghargaan Platinum Awards setelah rilis dua bulan. Single Mulan lainnya adalah “Wonder Woman” (2008), “Jatuh Cinta Lagi” (2008) dan “Lagu Sedih” (2008).

Di atas panggung, Mulan terlihat sering berkolaborasi dengan beberapa artis lain jebolan RCM, seperti The Virgin. Bahkan Mulan memiliki satu single duet dengan Mita The Virgin, berjudul “Cinta Mati 2” (2009).

Mulan yang kini menjadi Anggota DPR-RI dari Partai Gerindra ini sudah menyatakan hijrah, penampilannya lebih islami dan sopan.

 

2.Teten Masduki.

Sebelum jadi kepala staf kepresidenan dan kini Menteri koperasi dan UKM, Teten Masduki dikenal sebagai aktivis antikorupsi. Pria plontos itu lahir di Limbangan Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963. Karena kiprahnya dalam pemberantasan korupsi Teten sempat mendapat penghargaan Ramon Magsaysay 2005 dari Yayasan Magsaysay, Filipina.

Penyerahan penghargaan dilakukan di Manila 29 Agustus 2005. Teten sjuga pernah mendapat penghargaan Suardi Tasrif Award 1999 dan Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000.

Kepopuleran Teten Masduki mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan BJ Habibie. Gebrakannya melalui ICW itu memaksa Andi Ghalib turun dari jabatannya.

Suami Suzana Ramadhani mengakui, penghargaan tersebut memberikan energi baru baginya dalam bergelut di dunia pemberantasan korupsi. Penghargaan ini semakin memperteguh keyakinannya bahwa langkah yang mereka lakukan selama ini meskipun belum membuahkan banyak hasil, tetapi sudah dihargai.

Teten adalah anak seorang petani, ayahnya Masduki dan ibunya Ena Hindasyah. Dia dibesarkan dalam kesederhanaan hidup di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Ayahnya sering berpesan agar ia jangan jadi pegawai negeri atau tentara. Pendidikan SD sampai SMA berjalan apa adanya tanpa perhatian khusus dari kedua orang tuanya. Semula ia bercita-cita menjadi insinyur pertanian. Namun akhirnya, ia kuliah di jurusan kimia IKIP Bandung.

Tapi perhatiannya terhadap masalah-masalah sosial sangat menonjol. Bahkan sejak SMA hingga saat kuliah, ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari masalah sosial.

Sejak 1985, Teten mulai terjun di dunia aktivis. Pertama kali dia ikut aksi demontrasi membela petani Garut yang tanahnya dirampas. Kemudian setelah menyelesaikan pendidikannya dari IKIP, dia direkrut LSM informasi dan studi hak asasi manusia. Dia memulai aktivitasnya sebagai staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989).

Kemudian dia menjabat Kepala Litbang Serikat Buruh Merdeka Setiakawan (1989-1990). Dari sana, dia beranjak menjabat Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (1990-2000). Ketika itu dia makin banyak berhubungan dengan buruh. Apalagi pada saat yang bersamaan, dia juga aktif sebagai Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1992-1993) dan Koordinator Konsorsium Pembaruan Hukum Perburuhan (1996-1998).

Teten juga pernah mencalonmkan diri sebagai wakil Gubernur Jawa Barat bersama Rieke Diah Pitaloka atau Oneng. Namun Teten kalah oleh pasangan AHmad Heryawan dan Dedi Mizwar. Pada saat kampanye Jokowi Teten jadi tim suksesnya. Dan Teten dilantik Jokowi menjadi Kepala Staf keprisidenan menggantikan Luhut Binsar Panjaitan.
Berikut profil Teten

Tempat, tanggal lahir: Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963

Pendidikan Umum:
– SDN 1 Limbangan, Garut (1976)
– SMPN Garut (1979)
– SMAN Cicalengka Bandung (1982)
– Sarjana (S-1), Fakultas FMIPA, IKIP, Bandung (1987)

Pendidikan Khusus:
– Et Taller, Tunisia (1990)

Perjalanan karier
Pekerjaan:
– Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1980-1994)
– Staf Lembaga INSAN (1986-1989)
– Guru Sekolah Menengah Keterampilan Keluarga (SMKK) Negeri, Tangerang, (1986-1990)
– Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, (1990-1998)

Kegiatan lain:
– LSM Informasi dan Studi Hak Asasi Manusia (INSAN)
– Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW)
– Ketua Senat Mahasiswa FMIPA IKIP Bandung
– Anggota Komisi Ombudsman Nasional (KON) (2000)

Penghargaan:
– Suardi Tasrif Award (1999)
– Best Achievement Alumnus IKIP Bandung (2000)
– Star of Asian, Opinion Shapers Business Week (2004)
– The Ramon Magsaysay Award for Public Service (2005)

Keluarga:
– Suzana Ramadhani (istri)
– Nisrina (anak)
– Allia (anak)

3. KH Jujun Junaedi

Cara dakwahnya memikat. Banyak humor dan suaranya merdu saat melantunkan Alquran atau lagu. Sejak kecil Jujun memang sudah berbakat dakwah. Dia bahkan dijuluki Ajengan Cilik’. Sekitar tahun 1970-an, nama Jujun telah menarik perhatian umat Islam. Gebrakannya cukup berhasil. Sehingga pada waktu itu, banyak masyarakat yang membicarakan Jujun sebagai ‘anak ajaib’.
Ciri khas-nya saat berdakwah adalah tidak banyak dimiliki oleh kebanyakan mubalig lainnya. Selain ceramahnya yang selalu menggunakan bahasa Sunda, Jujun pun sangat pandai membuat guyonan yang menyegarkan.

Jujun juga telah melahirkan banyak kaset dakwah yang jumlahnya tidak kurang dari 20 buah. Di usianya yang masih muda, 42 tahun ini Jujun cukup dikenal luas oleh masyarakat Jawa barat.
Seiring dengan puncak popularitasnya itu Jujun juga pernah kena fitnah yang sangat kejam. Ada yang menyebutnya sebagai mubaligh matre, mubaligh mata duitan, dan semacamnya.

Jujun lahir dari Keluarga Terpandang

Jujun Junaedi lahir di dusun Sangoraja, desa Sirnagalih, kecamatan Sukawening,Garut, tepatnya di 1 juni 1971 silam. Lahir Garut. Ia adalah anak tunggal dari pasangan Affandi dan Nunung Wasfiyah, yang biasa dipanggil Nyi Mas Eoh.

Ayahnya adalah seorang duda ketika menikahi ibunya yang juga adalah seorang janda. Kakeknya dari pihak ayah adalah mandor besar dan ditakuti banyak orang, namanya aki Darnuji yang beristrikan Nini Omo. Dari pihak ibunya kakeknya bernama Aki Momon dan neneknya bernama Nini Saodah. Aki momon adalah seorang kiai yang sangat dihormati. Sementara itu nenek jujun, yakni Nini Saodah, adalah seseorang yang paling tidak bisa untuk menolak mereka yang berjualan. Kalau ada sepuluh orang yang datang berjualan kerumah, maka kesepuluh-sepuluhnnya dibeli.

Ayah Jujun adalah seorang yang tidak bisa baca tulis, bahkan sampai hari ini. Sekolah Dasar (SD) pun tidak tamat. Ibu Jujun, sebagai anak seorang kiai, memiliki pemahaman keagamaan yang bisa dikatakan lumayan. Kontras dengan ibunya, ayah Jujun adalah seorang yang buta huruf, tapi seorang yang memahami liku-liku kehidupan. Apa yang dikatakannya adalah apa yang dijalani dab diyakininya. Dari sisi spiritual, pengaruh ibu tampaknya sangat besar terhadap Jujun. Hanya, dalam soal karakter Jujun lebih dekat ke ayah. Ayah Jujun yang keras, tegas, dan agak gampang marah, dan tabiat itulah yang tampaknya diwarisi dengan sejati oleh Jujun.

4 H Usep Romli HM

H. Usep Romli H.M atau dikenal kang Usro adalah sastrawan Sunda yang lahir di Limbangan, Garut, pada 16 April 1949. Dia dikenal sebagai penulis buku anak-anak dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Mantan Pemimpin Redaksi Tabloid Hikmah (Grup Pikiran Rakyat) ini sangat produktif di usia senjanya.
Usep lulus dari Sekolah Pendidikan Guru pada 1966 dan menjadi guru SD di Kadungora, Garut. Dia juga menjadi koresponden untuk mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-76), harian Pelita (1977-1979), harian Sipatahunan (1979-1980). Ketika hendak dipindahkan menjadi pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Bandung, dia memilih untuk melepas seragam pegawai negeri sipil dan bekerja penuh sebagai wartawan Pikiran Rakyat sampai pensiun.

Usep sudah mulai menulis, terutama dalam bahasa Sunda, sejak masih duduk di Sekolah Pendidikan Guru. Banyak sajak dan cerita pendeknya yang dimuat di majalah Kalawarta Kudjang, Mangle, Hanjuang, Giwangkara, dan Galura. Kegemarannya ini dia teruskan ketika menjadi guru dan wartawan.

5. Zaenal Arief

Zaenal Arief (lahir di Cikajang, Garut, Jawa Barat, 3 Januari 1981; umur 35 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia dan berposisi sebagai penyerang. Saat ini dia bermain untuk Madura United di Liga Super Indonesia. Pada Piala Asia 2007 yang lalu, ia menjadi cadangan striker untuk Tim nasional sepak bola Indonesia. Zaenal Arief adalah kakak dari Yandi Sofyan pemain yang saat ini bermain untuk SAD Indonesia
Zaenal memulai karier sebagai sepakbola bersama klub kota kelahirannya, Persigar. Ia memulai debut di tim utama ketika ia masih berusia 16 tahun. Zaenal bertahan di Persigar selama satu musim.

Pada musim 1998, Zaenal pindah ke klub Kota Bandung, Persib Bandung. Selama disini, ia jarang mendapat jatah bermain karena kalah bersaing dengan pemain-pemain senior Persib yang lain. Ia pun hanya bertahan selama dua musim hingga musim 1999.
Pada musim 2000, Ia dikontrak oleh Persita Tangerang. Di klub ini lah ia mulai mendapat jatah bermain, Ia memulai debut sebagai pemain utama di usianya yang menginjak 20 tahun. Pada tahun 2006, ketika berusia 25 tahun, Ia mendapat panggilan untuk bermain dengan Timnas Indonesia. Zaenal, yang kini sudag berlabel Timnas, mulai diminati oleh banyak klub. Ia bertahan di Persita hingga pertengahan musim 2006.

Dengan statusnya sebagai pemain Timnas, Persib berminat untuk menarik nya kembali. Pada pertengahan musim 2006, Zaenal pindah ke Persib. Di musim pertamanya bersama Persib, Ia berhasil menyelamatkan klub kota Bandung ini dari ancaman degradasi setelah lolos di babak play-off. Di musim 2006, Ia menjadi bagian dari tim utama secara rutin.

Di musim berikutnya, musim 2007 ia mulai harus bekerja keras kembali untuk mendapat jatah tempat utama setelah Persib Bandung mengontrak Christian Bekamenga yang secara langsung mendapat garansi di tim utama. Posisi striker kedua di isi oleh Zaenal dan Redouanne Barkaoui secara bergantian. Karena mendapat sanksi dari PSSI setelah melakukan tindakan indisipliner, Ia tidak bisa bermain di paruh kedua musim 2007.

Musim 2008/2009 kembali menjadi musim yang sulit untuk Zaenal. Setelah menjadi starter di dua pertandingan awal Liga Super Indonesia dan mencetak gol di kedua pertandingan, ia kerap berada di bangku cadangan dengan kehadiran Hilton Moreira, Rafael Alves Bastos, dan pemain muda Airlangga Sucipto yang mulai menunjukan kemampuannya.

Ia pun sering dibekap cedera. Pada pertengahan musim, ia sempat dikabarkan akan pindah ke Pelita Jaya, namun ia tetap bertahan di Persib.
Pada awal musim 2009/2010, Ia memutuskan untuk pindah ke Persisam Samarinda. Klub juara Divisi Utama Liga Indonesia Musim 2008/09 yang promosi ke Superliga Indonesia. Ia memilih nomor punggung 9 dan menjadi ujung tombak utama tim ini. Sayang penampilannya di awal musim kurang baik dan sempat dibekap cedera parah.

Penampilannya kembali ke level atas saat mencetak gol pertamanya bersama Persisam pada match ke 14 yang mengantarkan Persisam memenangi pertandingan atas Persib Bandung (Klubnya sebelum ke Persisam) di Stadion Segiri Samarinda.

Zaenal Arif memulai karier internasional nya ketika ia berusia 25 tahun. Pada tahun 2007, ia termasuk dalam skuat Indonesia di Piala Asia 2007. Namun ia tidak diturunkan sama sekali. Ketika Indonesia sedang mempersiapkan diri melawan Korea Selatan, ia melakukan tindakan indisipliner dengan meninggal kan tempat latihan dan pergi melewati batas waktu yang ditentukan. Ia pun segera dicoret dari Tim Nasional dan mendapat hukuman skorsing dari pertandingan-pertandingan Liga Indonesia selama satu musim. Ia pun akhirnya mendapat grasi dari Ketua Umum PSSI dan bisa bermain kembali. Hingga kini, ia masih menunggu panggilan Timnas yang berikutnya.

6.  Aceng H Munawar Fikri, S.Ag.

Mantan bupati Garut ini pernah menjadi populer di media pada akhir 2012 karena kasus kawin siri singkat selama empat hari yang membuatnya harus menghadapi banyak hujatan massa. Akibat kasus ini, Aceng Fikri menjadi pejabat terpilih langsung pertama yang dimakzulkan secara paksa pada tanggal 1 Februari 2013. Kehebohan terbaru adalah saat Aceng Fikri terjaring razia Satpol PP di Kota Bandung. Aceng terciduk bersama seorang wanita.

Terkait kontroversi sang bupati pada Desember 2012, partai Golkar menyatakan bahwa Aceng sudah dipecat dari kepengurusan Golkar, walaupun informasi ini masih simpang siur. Menurut Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat, Irianto MS. Syarifudin, Aceng dipecat sejak kasus pemukulan terhadap ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Banjarwangi, Garut pada saat Musdalub di Garut, 24 Februari 2012, lalu.[5] Lantaran itu, Aceng yang dipercaya mengawal Musdalub Golkar Garut akhirnya dipecat DPD Golkar Jabar.[6]

Pada tanggal 25 Februari 2013 Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan surat pemakzulan dari Kementerian Dalam Negeri kepada Aceng Fikri dan sejak saat itu dia resmi tidak menjadi Bupati Garut dan tugasnya diambil alih oleh wakilnya yaitu H. Agus Hamdani G.S., S.Pd.I.[7]

Skandal mobil dinas
Pada 11 Juni 2011, seorang perempuan bernama Puti Harissa Pratidhina, terlibat kecelakaan tabrakan beruntun melibatkan tiga kendaraan roda empat. Kecelakaan tersebut diduga karena Puti sedang mabuk. Yang menarik adalah kendaraan yang dikemudikan oleh Puti adalah mobil dinas milik Bupati Garut, yang adalah milik negara/rakyat. Hingga kini belum diketahui hubungan antara Bupati Aceng dengan perempuan tersebut.

Skandal nikah kilat

Pada 14 Juli 2012, dia menikah lagi secara siri dengan seorang gadis berusia 18 tahun dengan mengaku sebagai duda. Gadis bernama Fani Oktora itu kemudian diceraikan empat hari kemudian, alasannya karena sang gadis disinyalir tidak perawan lagi setelah malam pertama mereka. Sang istri siri itu diceraikan Aceng hanya melalui pesan singkat.[9] Setelah perceraian itu, Aceng sempat mengirim pesan singkat kepada Fani: “Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan”.

Sang bupati sendiri menampik bahwa hubungannya dengan Fani adalah pernikahan. Menurutnya, yang terjadi adalah sebuah hubungan emosional atau perikatan dengan komitmen yang disepakati kedua belah pihak. Dia menganggap bahwa masalah ini hanyalah politisasi dari lawan politiknya menjelang pilkada untuk menjegal dirinya. (wikepdia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *