Masjid Jogokariyan Dilempari Massa PDIP, Ini Fakta Sebenarnya

0
61 views
masjid jogokariyan

JOGJAKARTA: Kericuhan antara sekelompok orang yang menggunakan atribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan pemuda Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, terjadi pada Ahad (27/1) kemarin. Kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan kericuhan tersebut secara damai dan kekeluargaan.

Insiden di Masjid Jogokariyan ternyata benar-benar mengagetkan. Bagiamana kejadian sebenarnya? Pengurus Masjid Jogokariyan Ustaz Jazir ASP mengatakan, kericuhan berawal ketika massa PDIP melintas di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, usai menghadiri kegiatan di Mandala Krida.

“Sekitar pukul 16.05, massa melintas di depan Masjid Jogokariyan, dan sempat merukan bendera dan spanduk disekitar masjid, serta membleyer-bleyer sepeda motor (memainkan gas sepeda motor berulang-ulang), sehingga menimbulkan suara bising di dekat Masjid Jogokariyan,” ujar Ustaz Jazir seperti dilansir Republika, Senin (28/1).

Sejumlaj pemuda Masjid Jogokariyan yang sedang melakukan kajian kaget. Lantas keluar menghadang massa PDIP tadi. Tak bisa dielakan lagi cekkok mulut pun terjadi. Ketegangan di antara kedua belah pihak pun tak terhindarkan. Untung segera datang pihak Koramil dan Polsek setempat. Babinsa Koramil 09/MJ Serka Suyatno dan Babinkamtibmas Polsek Mantrijeron langsung mengamankan situasi.
“Yang jelas kami tidak tahu apa salah kami,” katanya.

Pada pukul 17.15 WIB (27/1), perwakilan PDIP dan masjid difasilitasi Bawaslu, Polsek Mantrijeron dan Koramil 09/MJ melakukan mediasi di Pendopo Kecamatan Mantrijeron. Hadir pada kesempatan itu Camat Mantrijeron, Kapolsek Mantrijeron, Danramil 09/MJ, Bawaslu, Panwas Kecamatan Mantrijeron, Ustadz M Fanni Rahman selaku ketua Takmir Masjid Jogokariyan.

“Hadir juga Ketua DPC PDIP Kecamatan Mantrijeron yang juga calon legislatif DPRD Kota Yogyakarta, Junianto. Terakhir, Ketua FJI DI Yogyakarta, Darrohman,” ucapnya.

Upaya mediasi itu dijeda ketika azan maghrib berkumandang. Selanjutnya, perundingan itu diteruskan sejak pukul 18.45 WIB di ruang kantor Kecamatan Mantrijeron. Ada beberapa butir sebagai hasil mediasi itu. Camat Mantrirejon meminta masalah yang terjadi pada Ahad (27/1) sore itu dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak sebagai sama-sama anak bangsa dan warga masyarakat.

Ustaz Jazir melanjutkan, Kapolsek Mantrijeron juga menghendaki agar musyawarah dapat menyelesaikan masalah tersebut, sehingga wilayah Mantrijeron dapat menjadi rukun seperti sedia kala. Keinginan yang sama juga disampaikan Danramil 09/Mantrijeron yang berharap permasalahan ini selesai malam itu juga dan tidak melebar lebih jauh, khususnya di Kota Yogyakarta.

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz M Fanni Rahman kemudian meminta pihak PDIP atas nama Saudara Kelinci untuk meminta maaf. Ustaz Fanni juga meminta Junianto, yang merupakan caleg PDIP untuk menjembatani antara pihak Kelinci dan jamaah Masjid Jogokariyan. Permintaan itu Junianto langsung menyanggupi permintaan tersebut.

“Saya Ketua DPC PDIP Mantrijeron, apabila ada suatu hal yang salah (dalam pandangan) di antara teman kita dari jamaah Masjid Jogokariyan, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Kita berharap, ke depan semua antarwarga bisa bersilaturahmi dengan baik. Kita bisa meredam masing-masing. Perbedaan pandangan boleh, tapi tujuan kita sama. Semua ini menjadi pembelajaran bagi kita.

Sekali lagi, saya minta maaf apabila teman saya ada yang salah, dan akan saya temukan besok (Senin hari ini) antara Saudara Kelinci dan pihak jamaah Masjid Jogokariyan untuk meminta maaf,” kata Junianto dalam keterangan tertulis yang disampaikan Ustaz Jazir kepada Republika.co.id, Senin (28/1).

Ustaz Jazir menegaskan situasi sudah kembali kondusif di sekitar Masjid Jogokariyan sejak Ahad (27/1) malam, yakni setelah mediasi berjalan lancar. “Sudah kondusif sekarang. Cuma, kita siaga saja. Artinya, kita biasa-biasa saja, tetapi siap,” ucapnya. (rev)

sumber:republika.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.