Nikmat Pendengaran

  • Whatsapp

JAKARTA — “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS an-Nahl [16]: 78). Ketika manusia lahir, indra yang pertama berfungsi adalah pendengaran. Pada saat sakaratul maut, indra yang terakhir masih berfungsi juga pendengaran. Itulah keistimewaan indra pendengaran. Selain pendengaran, Allah SWT memberikan karunia nikmat penglihatan dan hati, semuanya harus disyukuri.

Orang yang beriman mempunyai komitmen untuk lebih dahulu mendengar, kemudian diikuti dengan ketaatan kepada Allah SWT, sesuai ayat berikut, ”Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasulrasul- Nya. (Mereka mengatakan): Kami tidak membedabedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya, dan mereka mengatakan: Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa): Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. ” (QS al-Baqarah [2]: 285).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam fenomena kehidupan, kebanyakan manusia lebih cenderung untuk berkata daripada mendengarkan. Hendaknya kita berpikir dahulu dengan baik sebelum berkata agar bicara kita bermanfaat. Hindari berkata yang mudharat dan sia-sia. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam, sesuai hadis di atas. “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS al-A’raf [7]: 204).

Dengan mendengarkan ayat Alquran, Allah SWT akan memberikan rahmat-Nya. Selain itu, orang yang beriman, jika mendengar nama Allah SWT disebut akan gemetar hatinya dan imannya makin meningkat dengan mendengar ayat-ayat-Nya, sebagaimana diterangkan pada ayat berikut. “Sesungguhnya, orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya apabila dan dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” (QS al-Anfal [8]: 2).

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS al-A’raf [7]: 179).

Inilah peringatan dari Allah SWT agar kita memperguna kan hati, mata, dan telinga sesuai kehendak-Nya.

“Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muazin. Kemudian, jika muazin mengucapkan: Hayya alash shalah, maka yang mendengar hendaklah mengucapkan: Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Kemudian, jika muazin mengucapkan: Hayya alal falah, maka yang mendengar hendaklah mengucapkan: Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Kemudian, bershalawatlah kalian kepadaku. Karena siapa saja yang bershalawat kepadaku satu kali shalawat, Allah pasti memberikan kesejahteraan kepadanya sepuluh kali lipat. Kemudian, mintakanlah kepada Allah wasilah untukku karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba Allah, dan aku berharap akulah hamba Allah itu. Barangsiapa yang memintakan untukku wasilah, ia pasti mendapatkan syafa’at.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menerangkan tentang keutamaan mendengarkan azan. Wallahu a’lam.

sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *