Pengganti Abah Anom dan 3 Bukti Otentik Kemursyidan Abah Aos

oleh -612 views
pengganti abah anom suryalaya

Masih ada saja yang bertanya siapa pengganti Abah Anom Suryalaya. Padahal sudah jelas bukti Otentik Kemursydan Abah Aos (Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al Qodiri). Mengenai masalah ini  mantan dosen IAILM (latifah mubarokiyah suryalaya) memberikan kesaksian.

Ada 3 bukti otentik yaitu penerus Abah Anom adalah

1. Hanya yang memiliki kitab insan kamil lah itu penerus abah anom
2. Batu akik (batu ali) merah dalima di jari manis kiri abah aos
3. Sorban hirkoh kemusydan di tahun 1989

Tiga bukti ini dijelaskan secata rinci oleh dosen tersebut.

Suatu hari sejumlah mahasiswa IAILM ditugaskan untuk melihat kitab Insan Kamil yang konon katanya ada di pangersa Mama Akeh. setekah dicek ternyata benar kitab itu ada padanya. Semua siswa tepukau oleh keberadaan kitab tersebut. Tapi ada yang  penasaran kenapa kitab tersebut terlihat seperti fotocopy.

Beberapa jam telah berlalu dan akhirnya rombongan pulang serta pamitan.
Dalam perjalan pulang dari rumah Mama Akeh. SSang dosen ditelepon oleh Pangersa Abah Aos. “Dimana ust? Segera ke sirnarasa.”

“Siap bapa (abah aos) . ”

Sesampainya di Sirnarasa, Panjalu. Kemudian dosen tersebut di tanya

“Dari mana?”
“Habis dari Mama Akeh , pangersa”
“Ada apa?”
“Itu bapa, lihat kitab insan kamil miliknya Mama Akeh”
“Ohhhh itu mah bapa juga punya, tunggu sebentar” kemudian pangersa Abah Aos pergi sebentar ke ruang kitab dan mengeluarkan kitab insan kamil
“nih bapa juga ada”

Sang dosen terperanga . Ternyata kitab yang ditunjukan pangersa Abah Aos adalah kitab yang asli dan ada coretan sama persis seperti yang di Mama Akeh. Hanya saja ini lebih lusuh dan ada tanda tekanan pada oretab ballpoint.

Sesudah itu pangersa bapa melepaskan batu akiknya yang di seblah kiri.

“Nih coba pake, itu pemberian dari Abah Anom ketika bapa selesai riadoh 7tahun duduk di samping kiri Anom Tiap malam. ”

Kemudian sang dosen dipakaikan sorban

“Ini adalah soban dari Abah Anom , diberikan tahun (kalau tidak salah 1989) sambil mengucapkan goreskan manaqin itu sedikit”

Dmikianlah rahasia bukti otentik 3 kotak hitam yang selama ini dicari orang yang tengah kehilangan Abah Anom..

Abah Anom Qs dan penerusnya Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra, padahal sudah jelas-jelas dan nyata dan tidak samar lagi. Sekiranya mereka melek, sesungguhnya bukti otentik kemursyidan itu sudah jelas dan terang dengan adanya pemberian nama “SIRNARASA” yang berada Di dusun Cisirri, beliau adalah “Syekh M. Abdul Gaos Saefulloh Maslul R.A” seorang “Mujaddid”,

Salah satu bukti bahwa beliau adalah penerus kemursyidan Tqn Suryalaya yang ke 38 dapat kita saksikan dan lihat dengan kepala telanjang adalah beliau selalu mempertahankan sunah-sunah Guru Agung dan menyempurnakannya sampai kemasjid-masjid ibu kota bahkan sampai ke palestina dan tempat yang belum diijak oleh manusia kecuali oleh pangersa Abah Anom, beliau diperintahkan untuk mendatangi dan beliau menginjak tapak (napak tilas) bekas Abah Anom, mustahil kita bisa mengenal sepenuhnya siapa guru kita “Abah Anom” kalau bukan dari beliau (Abah Gaos).

40 tahun tidak bergeser sedikitpun walaupun badai menerjang dari atas bawah kanan dan kiri tetap khidmat dan istiqomah hingga kini, berdiri kokoh menembus bumi, tidak tidur, beliau penyelamat dunia (Rohmatan Lil alamin) apabila tidak seperti itu dan tidak ada satupun dimuka bumi ini maka semua akan berdosa.

“Saefulloh Maslul” Panglima Cholid bin Walid 15 abad pada zaman Rosululloh SAW yang lalu kini telah dihidupkan kembali oleh Guru kita “Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin QS” untuk menghadapi 100 tahun kedepan, “ada saksinya” yang masih hidup. Seorang yang sudah teruji kesetiaan hidmatnya , seorang figur yg sangat kita hormati bersama, seorang pengamal TQN terpanjang pada masanya, Seorang yang sudah terbukti kesucian qalbunya, yaitu Pangersa Akeh, kita tunggu keberanian beliau.
Patut kita syukuri seorang Abah Gaos Ra sudah membuka mata hati kita dengan sejarah dan peradaban. Inilah Panglima Cholid bin Walid versi Guru Agung Pangersa Abah Anom Qs. Saat ini bumi terus berguncang “gemas” melihat perilaku-perilaku munafik seseorang dan pura-pura tidak tau, dengan dalih mengklaim tidak ada bukti otentik.

Akan tetapi semakin ditutup-tutupi maka semakin banyak bala dan bencana di muka bumi ini. Sunah Rosul akan selalu berulang, setebal apapun upaya menutup bumi ini dengan beton kedengkian, tunas akan tetap menembus permukaan bumi seperti rembesan air. Pohon itu tumbuh tidak dibarat dan di timur tapi ujung-ujung di Cisirri. “Terbit di Suryalaya terbenam di Sirnarasa”.

Pangersa Abah Gaos pernah berkata di hadapan beberpa ikhwan di bekasi ba’da sholat ashar sebelum manakib dibulan Rojab. Sabda Beliau” Nanti akan saya suruh malaikat dan jin berkumpul di Suryalaya untuk mendengarkan apa yang akan saya sampaikan pada tanggal 11 Sya’ban1433 H ”

. Coba kita simak ini adalah mankobah 39-40.Manusia ada gurunya, malaikat ada gurunya, jin ada gurunya dan aku guru semuanya. Kalau bukan seorang Wali Mursyid tidak akan mungkin berani berkata seperti diatas.

Inilah dia seorang maestro pada zamannya yang sudah dicetak oleh Guru Agung, ibarat Molding atau alat pencetak pasti ngeplak/klop dengan cetakannya. silahkan para ikhwan dan Akhwat perhatikan dari segi amaliah beliau itu sangat ngeplak/klop banget sama Pangersa Abah Anom Qs. Pangersa Abah Gaos sangat produktif menulis kitab-kitab padahal beliau manusia super sibuk dan beliau juga tidak pernah tidur malam kalau bukan seorang Wali pasti sulit rasanya.

Ada juga ikhwan dan Akhwat yang berkata kita harus sabar menunggu pelimpahan kemursyidan
Sabar itu bukan menunggu, kalau sabar adalah menunggu, tidak bakal ada yang bekerja. Semua orang bakal menunggu datangnya uang. Semua orang bakal menunggu datangnya ridho Alloh tanpa harus beribadah, semua hal itu kan harus dicari?

Menunggu juga bukan sekedar menunggu tetapi harus memproses apa yang dikehendaki supaya menjadi hasil yang sesuai dengan maksud kalimat itu. Ada waktunya pelimpahan kemursyidan dari Abah Anom qs, bukan berarti kita menunggu waktunya datang, ingat bukan waktu yang mengatur kita tetapi kita yang harus bisa mengatur waktu tersebut. Wali muryid itu bagaikan bunga yang harum semerbak wanginya ada yang sudah mencium bau wanginya bunga dengan kuat ada yang samar-samar ada pula yang belum mencium sama sekali. Jadi tergantung hidung hatinya masing-masing insan yang mengalaminya.

Dari penyebab inilah tanpa disadari kita ini sedang terkena penyakit phobia adalah sejenis suatu penyakit takut kehilangan sesuatu. Dan lebih parahnya lagi banyak dihinggapi para pengamal thoriqoh ? Mereka takut jika beralih mencintai ke Mursyid penerusnya dikhawatirkan akan mengenyampingkan

Guru Terdahulunya.
mungkin mereka berangkapan dengan adanya Abah Gaos sebagai penerus ke Mursyidan Tuan Syaikh Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin Qs mereka takut kehilangan PP. Suryalaya. Padahal Tuan Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra bersabda :

” Suryalaya tetap di Suryalaya “. Sebenarnya Suryalaya tetep di Suryalaya tidak kemana-mana, Jangan khawatir dan bimbang yang bertugas sekarang sudah Guru Agung Pangersa Abah Anom Qs lengkapi dengan pedang-Nya “SAEFULLOH MASLUL’,.

Bagi saya ikut Beliau ( Abah Gaos ) sama juga ikut Abah Anom Qs dan saya tidak melihat Abah Gaos yang saya lihat beliau adalah Abah Anom Qs. Semua dari Guru, bersama Guru untuk Guru. Abah Gaos memuji Guru karena didiri Abah Gaos ada Guru.. “Puji Qodiim liqodim “.

Rasa Abah Gaos Ra hilang tengelam didalam rasa Abah Anom Qs, makanya beliau kapan pun dan di manapun selalu Abah Anom Qs yang beliau sebut-sebut. Kita ini belum bisa seperti itu makannya Guru Agung Pangersaa Abah Anom Qs bersabda :..IKUTI AOS (405) ini jelas dan terang dan tidak samar lagi alias blak-blakan. Seorang salik berkata : “Jika kau pusatkan perhatianmu pada sahabatmu, Engkau akan mulai mencintai-Nya dan beroleh tanggapan dari-Nya”.

Mungkin dengan Motivasi dari seorang mario teguh tentang hidup kita bisa memperoleh suatu gambaran sekaligus obat dari penyakit phobia yang sedang melanda keluarga Besar Tqn Suryalaya :
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru.
Dan selanjunya pula Ia berkata :
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu.
Kalau sudah jelas pada hari ini, segera sujud syukur atas karunia yang Alloh Limpahkan kepada kita. aamiin

Sejarah Sang Waliyulloh”: Sepenggal Cerita Perjumpaan Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul al Quthub (Abah Aos) dan Sayyid Ahmad Al Maliki (Abuya Ahmad) saat umroh Tahun 2015
Abah Aos sebagai pewaris kemursyidan Abah Anom dan Abuya Ahmad, dalam pelaksanaan Umroh Tahun 2015 keduanya bersama-sama melaksanakan khidmah amaliyyah Manaqib Tuan Syaikh Abdul Qodir Al Jailani. Keduanya bertemu dengan penuh kehangatan dan rasa cinta. Ekpresinya sangat tampak menunjukkan mahabbahnya. Tutur bahasa yang beliau sampaikan dalam taushiyahnya menegaskan penghormatan luar biasa kepada Abah Aos. Begitupun sebaliknya.

Beberapa point yang disampaikan oleh Abuya Ahmad diantaranya Abah Aos sebagai pewaris kemursyidan Abah Anom dan Abuya Ahmad, dalam pelaksanaan Umroh Tahun 2015 keduanya bersama-sama melaksanakan khidmah amaliyyah Manaqib Tuan Syaikh Abdul Qodir Al Jailani. Keduanya bertemu dengan penuh kehangatan dan rasa cinta. Ekpresinya sangat tampak menunjukkan mahabbahnya. Tutur bahasa yang beliau sampaikan dalam taushiyahnya menegaskan penghormatan luar biasa kepada Abah Aos. Begitupun sebaliknya.

Beberapa point yang disampaikan oleh Abuya Ahmad diantaranya adalah:
Semenjak ayah saya sampai saat ini, baru sekarang menerima tamu di pagi hari, terlebih dalam jumlah yang besar seperti ini. Mengapa saat ini kami menerima para jamaah sekalian? Karena cinta saya kepada beliau (Abah Aos) begitu besarnya. Dan cinta itulah yang menjadikan apapun menjadi tidak terhalang. Saya mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai saya dan ayah saya.

Kami disinipun adalah para murid Syaikh Abdul Qodir Jailani. Semenjak ayah saya hingga saat ini, tuan Syaikh selalu kami tawasulkan, kami baca wirid-wiridnya dan ayah saya pun seringkali menghadiri majelis manaqib Tuan Syaikh. Melalui beliau kita bisa tersambung dengan Rosululloh. Dan dengan ketersambungan kita kepada Rosul menjadikan kita bisa sampai dan bersama Alloh SWT.

Dunia Islam saat ini sedang mengalami banyak fitnah dimana-mana. Beberapa kelompok yang suka memusuhi, memerangi bahkan membunuh sesama saudara muslimnya hanya karena berbeda ajaran dan tradisi dengan mereka. Salah satu penyebab terbesar mereka bisa begitu kejamnya adalah kedangkalan mereka tentang rukun Ihsan. Yang dipahami oleh mereka adalah Rukun Islam dan Iman saja, itupun dengan pemahaman yang sangat terbatas.

Mereka tidak mengenal tasawuf. Bahkan yang mengenalpun tidak mampu menjalaninya. Sebab tidak bisa bertasawuf tanpa berthoriqoh. Karena perwujudan tasawuf adalah thoriqoh. Saya sangat yakin tidak ada murid-murid Syaikh (Abah Aos) yang menjadi teroris, yang menebarkan kebencian kemana-mana. Kenapa? Sebab beliau (sambil memegang hati Abah Aos) memiliki hati yang suci, yang jernih, hati yang tidak pernah lepas dari berzikir kepada Alloh.

Hati yang selalu disibukkan dengan mengingat Alloh, sehingga tidak ada ruang kebencian dan permusuhan kepada orang lain. Kejernihan dan kesucian hati beliaulah yang kemudian terpantul ke dada kalian semua.

Orang-orang seperti beliau, seperti Tuan Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, Syaikh An Naqsyabandi, Syaikh Ar Rifa’i, adalah orang-orang yang tidak pernah memenggal kepala orang lain. Yang mereka penggal adalah kebodohan, kemalasan, kefasikan. Yang mereka bakar adalah syahwat, nafsu ammarah dan lain-lainnya dari para murid-murid mereka.

Hari ini saya mengikatkan hubungan antara Klan Al Maliky dengan TQN PP Suryalaya (Murtabithoh bainal Maliky wa TQN). Menyambung tanah Al Jailani yang ada di Indonesia dengan tanah Al Jailani yang ada di Mekkah.

Selesai beliau menyampaikan khidmah ilmiyyah, disambung dengan pembacaan dua fasal kitab Maulid, lalu Mahalul Qiyam, Marhabanan. Maka pecahlah tangis kami, keharuan kami, yang sudah tertahan sejak pelaksanaan manaqib dimulai. Semakin memuncak saat kedua beliau saling memberi hadiah. Masih dalam Mahalul Qiyam, diiringi dengan sholawat, Abah Aos menyematkan cincin beliau ke jemari Abuya Ahmad. Lalu Abuya Ahmad mengalungkan sorban hijau Ayahnya dan sebuah tongkat kaoka. Abah Aos memberikan tongkat yang selalu menemaninya kepada Abuya.

Setelah itu Abuya Ahmad mengambil kitab Tafsir Al Muyassar, buku Kiat Mengatasi Berbagai Kesulitan, Pigura yang berisikan Kitab Dala’ilul Khoirot dengan huruf kecil, juga sepotong Kiswah Ka’bah. Semua diberikan kepada Abah Aos. Buku “Kiat Mengatasi Berbagai Kesulitan” menjadi sangat menarik. Betapa tidak, buku itu sesungguhnya adalah terjemahan dari kitab Abwabul Faroj karangan Abuya Muhammad. Kitab yang seperti diceritakan diatas,diberikan Abuya Muhammad kepada Abah Anom melalui Abah Aos di Serawak. Kini, kedua penerusnya bertemu, memberi buku terjemahan kitab tersebut kepada sang penerus Abah Anom, yakni Abah Aos…!

Belum cukup hadiah-hadiah yang diberikan kepada Abah Aos tadi, saat beliau mengantar Abah Aos ke depan pintunya, Abuya Ahmad tiba-tiba berkata, “Syaikh (Abah Aos) adalah keluargaku. Beliau adalah Qodiri, keturunan Syaikh Abdul Qodir Al Jailani. Sama seperti saya yang mempunyai garis keturunan dengan Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani..”.

Abuya Ahmad langsung melepaskan cincinnya, memakaikannya kepada Abah Aos. Cincin yang ternyata berupa stempel baginda Rosululloh SAW. Kami semua kembali tertegun menyaksikannya. Keduanya pun saling berangkulan, saling mencium penuh mahabbah. Abuya Ahmad memanjatkan doa, kami semua mengaminkannya. Sholawat Bani Hasyim dibaca bersama-sama, menambah kesegaran qolbu. Kami saling bersalaman, berpelukan, lalu keluar naik ke bus masing-masing.

Membawa oleh-oleh ruhani yang begitu dahsyatnya. Ruh kami seperti baru dimandikan, disegarkan. Tak tertandingi kebahagiaan dan kehangatannya. Beberapa dari kami bahkan tidak sanggup menahan diri untuk tidak bercerita tentang kehadiran para Ahlu Silsilah TQN PP

Suryalaya, kehadiran Abuya Muhammad, terlebih cahaya Baginda Rosululloh SAW. Inilah Liqo’un Adziim, pertemuan agung. Pertemuan para leluhur suci, para pecinta kesucian jiwa. Alloh semoga mengikutsertakan kita dalam
rombongannya, Amiin38X…

Hari ini adalah Hari Kelahiran (Maulid) Sang Guru Agung.
Hari Jum’at Legi, tanggal 1 September 1944 M, atau 14 Romadhon 1363 H.
Dalam ukuran bumi, umur beliau 71 tahun. Dalam satuan bulan umur beliau 73
tahun. Lebih diperinci lagi, umur di Mercury nya 294 tahun. Di Venus 115 tahun.
Di Mars 37 tahun. Jupiter 6 tahun. Saturnus 2.5 tahun. Uranus 0.85 tahun. Neptun
0.43 tahun. Dan dalam ukuran Planet Pluto berumur 0.29 tahun.
2 tahun sebelum kelahirannya, hadir Sang Buyut beliau secara ruhiyyah, Syaikh
Muhammad Kahfi kehadapan ibunda beliau. Memberi kabar gembira akan hadirnya
seorang anak laki-laki yang akan menjadi Pewaris dan Penjaga Kalimat Suci,
seraya memberi pesan agar kelak sang bayi ini dinamai “Abdul Ghaost”.
Sang Ayah, Kyai Muhammad Ibrohim, menambahi nama “Muhammad” di depan nama “Abdul
Ghaost” saat beliau lahir secara fisik di dunia ini.

Sang Guru, Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin, Abah Anom, memberi tambahan
nama kepada murid sekaligus sang penerus estafet kemursyidannya ini dengan
“Saifulloh Maslul”.

Anak turun ke 19 dari Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Syekh Hisyamuddin Al
Jailani, memberi gelar “Al Qodiri”.
Anak turun Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Syekh Afifuddin Al Jailani,
memberi gelar “An Naqsyabandi”.
Anak turun Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Syekh Ahmad Fadhil Al Jailani,
memberi gelar “Al Kamil- Mukammil”.
Maka tersusunlah nama beliau :

“Muhammad Abdul Ghaos Saifulloh Al Maslul Al Qodiri An Naqsyabandi Al Kamil
Mukammil”.
******
Sekarang mari nikmati perhitungan Hisab Jumali untuk nama mulia beliau ini :
– Nama beliau “Muhammad Abdul Ghaots Saifulloh Al Maslul” :
ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻐﻮﺙ ﺳﻴﻒ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺴﻠﻮﻝ

Nama ini jika di hitung dengan Hisab Jumali total nilainya adalah 2118. Dan jika
di Tajfirkan menjadi 2+1+1+8 = 12.
– Nama beliau Abah “Ghaots” :
ﻏﻮﺙ

Nama ini nilainya berdasarkan Hisab Jumali berjumlah 1506. Dan jika di Tajfir
menjadi 1+5+0+6 = 12.

– Nama panggilan kesayangan Syaikh Ahmad Shohibul Wafa’ Tajul ‘Arifin (Abah Anom
r.a.) kepada murid andalan sekaligus pelanjut otoritas kemursyidannya adalah
(Abah) “Aos” :

ٲﻭﺙ
Nama cinta ini bernilai 507. Di Tajfirkan menjadi 5+0+7 = 12.
Lihatlah betapa seimbangnya seluruh nama Beliau. Muhammad Abdul Ghaots Saifulloh
Al Maslul – Abah Ghaots – Abah Aos, semua bernilai 12. Tidak mudah membuat
persamaan nilai nama seperti ini kalau bukan semua itu adalah hasil Goresan-Nya,
yang jauh masa sudah dipersiapkan oleh Dia Yang Maha Pengatur, Alloh swt.
Beliau sudah dipersiapkan untuk membawa, mengajarkan, membimbing, menanamkan
kalimat suci Tauhid “Laa Ilaaha Illalloh” :
ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ

Kalimat suci ini ternyata terdiri dari 12 huruf.
Dan Kalimat Tauhid ini pun berdasar Hisab Jumali bernilai 165, yang bila di
Tajfir menjadi : 1+6+5 = 12 !!.

Itu adalah satu dari dua zikir yang beliau tanamkan dan ajarkan kepada umat di
zaman ini. Zikir keduanya adalah Zikir Ismu Zat, yang ditanam di hati, di dua
jari dibawah susu kiri kita, yakni “Alloh”.
ﺍﻟﻠﻪ

Berdasar nilai Hisabnya, Nama Maha Agung ini bernilai 66, yang bila di Tajfirkan
menjadi : 6+6 = 12
Dimana ‘Kendaraan dan jalannya’ itu bernama Thoriqotul Qodiriyyah
An-Naqsyabandiyah (TQN).
ﻃﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭﻳﺔ ﺍﻟﻨﻘﺸﺒﻨﺪﻳﺔ
Nama tersebut nilai Hisabnya berjumlah 1227, yang jika di Tajfirkan menjadi.:
1+2+2+7= 12.
*****
Ada doa dalam al Qur’an yang punya nilai historis sendiri antara beliau dengan
Abah Anom serta dengan kita semua sebagai Para Pengamal, Pengaman dan Pelestari
TQN PP Suryalaya.
Doa dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 250 :
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺃَﻓْﺮِﻍْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺻَﺒْﺮًﺍ
ﻭَﺛَﺒِّﺖْ ﺃَﻗْﺪَﺍﻣَﻨَﺎ ﻭَﺍﻧﺼُﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ
Doa Panglima Tholut ini menjadi bagian dari doa-doa yang selalu dibaca baik
setelah Khotaman ataupun setelah zikir Sholat Subuh.
Beberapa kali beliau memaklumatkan kepada kita semua untuk mengamalkan doa ini
secara khusus. Terakhir adalah maklumat beliau di Masjid Istiqlal Jakarta 22
Agustus 2015.

Bersamaan dengan Dirgahayu RI ke-70 dan kondisi ketahanan negara yang semakin
tergerogoti, maka beliau maklumatkan doa ini untuk dibaca sebanyak 9 kali setiap
selesai Sholat Sunnah Daf’il Bala’ waktu Isya, selama 49 hari. Khusus untuk
Ketahanan Nasional NKRI, untuk Kejayaan Agama dan Negara serta untuk Peradaban
Dunia.

Dan memang tidak ada yang kebetulan jika doa itu bernilai Hisabiyyah 4170, yang
jika di tajfir menjadi 4+1+7+0= 12. Angka yang sama dengan angka nama beliau,
yang sama juga dengan nama Agung “Alloh” dan Kalimat Suci “Laa ilaaha illalloh”.
*****
Bahkan bilangan 9 dalam pengulangan doa dalam sehari, juga bilangan 49 malam
waktu doa ini dilaksanakan, adalah sesuatu yang memang sudah diatur oleh Sang
Maha Pengatur, Alloh swt.

Apa itu angka 9? Banyak interpretasi tentang angka ini dari para Ahli
Numeorologi. Satu diantaranya adalah bahwa angka 9 merupakan angka tertinggi,
terbesar. Tidak ada lagi angka lain setelah angka 9. Contoh, angka 10. Angka ini
adalah paduan dari angka 1 dan 0. Angka 45, ia merupakan gabungan dari angka 4
dan 5, begitu seterusnya. Angka-angka itu berada sebelum angka 9.
Namun angka 9 mempunyai kaitan langsung dengan Jumlah Hisabiyyah nama “Ma’had
Suryalaya”
ﻣﻌﻬﺪ ﺳﺮﻳﺎﻻﻳﺎ

Nama Ma’had Suryalaya dalam hitungan Hisab Jumali bernilai 432, yang bila di
Tajfir menjadi : 4+3+2 = 9.
*****
Lalu apa arti angka 49? Yang dijadikan sebagai batas maklumat ini dilaksanakan?
49 adalah jumlah huruf dalam doa yang dimaklumatkan ini :
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺃَﻓْﺮِﻍْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺻَﺒْﺮًﺍ
ﻭَﺛَﺒِّﺖْ ﺃَﻗْﺪَﺍﻣَﻨَﺎ ﻭَﺍﻧﺼُﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ
49 adalah angka yang jika dialihkan ke huruf menjadi : MIM (40) dan Tho’ (9).
Maka 49 dalam bahasa huruf dibaca menjadi : Tho-Mim. Apa arti Tho-Mim ini? THO
adalah nama depan Tholut, sang panglima perang pembaca doa. MIM adalah nama
depan Muhammad Abdul Ghaos Saifulloh Al Maslul !!! Kedua nama ini jauuh hari
sudah ‘dipertemukan’ oleh sang guru agung Abah Anom qs.
*****
Kalau kemudian kita tambahkan seluruh bilangan-bilangan yang terkait dengan
Maklumat Abah, maka akan menghasilkan hitungan seperti ini :
* Jumlah Hari Maklumat + Jumlah bilangan doa + Nilai Tajfir doa = Umur Indonesia
Merdeka.
( 49 + 9 + 12 = 70).
Yah..70 adalah usia Indonesia merdeka, di usia Indonesia saat ini, Sayyid Abah
Aos memberi maklumat tersebut untuk Ketahanan Nasional NKRI, untuk Kejayaan
Agama dan Negara serta untuk Peradaban Dunia.
*****
Selamat Maulid Abah, saya yang hanya debu ditelapak kaki engkau, hanya mohon
ridho-mu, mohon perkenan-mu, mohon diakui sebagai murid dunia-akhiratmu…
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻣﺎﻟﻚ
ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻭﻳﺎ ﺍﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻭﻳﺎ ﻗﺎﺋﻢُ ﺑٲﻣﺮ
ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻭﻳﺎ ﻭﺍﺭﺙ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﻳﺎ ﻧﺎﺋﺐَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺎ ﻣَﻦ ﻣِﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺍﻻﺭﺽ
ﻋﺎﺋﺪﺗُﻪ ﻳﺎ ﻣﻦ ﺍﻫﻞُ ﻭﻗﺘﻪ ﻛُﻠُّﻬﻢ ﻋﺎﺋﻠﺘُﻪ ﻳﺎ
ﻣﻦ ﻳﻨﺰﻝُ ﺍﻟﻐﻴﺚُ ﺑﺪﻋﻮﺗﻪ ﻭﻳﺬُﺭّ ﺍﻟﻀﺮﻉُ ﻭﺭﺣﻤﺔ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ، ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ..

Demikian taujihat terbaru disampaikan agar digunakan sebagaimana mestinya.
Keterangan urutan waktu NUZUL nama Guru Agung Abah Aos:

1. SAEFULLOH MASLUL, tahun 1980 lisan dhohir Guru Agung Abah Anom.
2. AL-QOODIRI, 1 November 2013/27 Dzulhijjah 1434 dari Syeikh Hashimuddin al-Jailani al-Baghdadi, di Madrosah Tuan Syeikh, Bagdad, Irak.
3. AL-KAMIL, 10 Februari 2014/10 Robiutsani 1435 H dari Syeikh Muhammad Fadhil al-Jailani dari Turki di Kajembaran Rohmaniah Pesantren Sirnarasa.
4. AN-NAQSYABANDI, 14 Maret 2014/13 Jumadil Awal dari Syeikh Afifuddin Al-Jailani Al-Baghdadi dari Malaysia di Madrosah TQN PP Suryalaya Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY
5. AL-MUWAFFAQ, 23 Januari 2016/12 Jumadil Akhir 1437 dari Syeikh Imam Abdul Aziz Abdin dari California Amerika di Madrosah TQN PP Suryalaya Menteng Jakarta Pusat.
6. AL-MUTTAQI, 26 Agustus 2016/24 Dzulqo’dah 1437 H dari Syeikh Muhanmad Fadhil al-Jailani dari Turki di Madrosah TQN PP Suryalaya Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY.
7. AL-MUJADDID, 17 Mei 2016/10 Sya’ban 1437 H dari Guru Agung Abah Anom melalui KH Saefulloh Al Mabrur Probolinggo di Kajembaran Rohmaniah Pesantren Sirnarasa.
8. AL-QUTHUB, 9 Maret 2017/10 Jumadil Akhir 1438 H dari Guru Agung Abah Anom melalui KH Safulloh Al Mabrur Probolinggo di Kajembaran Rohmaniah Pesantren Sirnarasa.
9. AS-SHOMADANY, 3 Agustus 2017

sumber: Ilmu2 mtqnppss

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *