Puluhan Rumah di Desa Pusparahayu Tasikmalaya Retak-retak

  • Whatsapp

TASIKMALAYA,JP.COM – Sebanyak 40 rumah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya retak-retak akibat pergerakan tanah. Ada 160 rumah lain juga yang terancam. Warga khawatir terjadi longsor, apalagi musim hujan sudah tiba. Desa ini memang rawan pergerakan tanah. Rumah yang mengalami retak itu sebagian besar ada di Kampung Babakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Wawan R Effendy membenarkan ada ratusan rumah di Desa Puspahiang yang rawan longsor. Yang sudah terancam ada sekitar 40 rumah dengan kategori dari rusak berat, sedang dan ringan.

Sebagian besar ada pada kategori rusak ringan. Namun, warga sudah diminta waspada jika hujan kembali turun.

“Rekahan tanah sudah ada yang selebar 5 cm dengan kedalaman sekitar 3 meter. Kami khawatir akan terus merekah jika hujan kembali turun. Karenanya terus meminta warga agar waspada,” kata Wawan R Effendy, Selasa (3/12/2019).

Wawan mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana Geologi (PVMBG) untuk meninjau lokasi. Survei dari PVMBG penting untuk mengetahui seberapa parah retakan tanah di desa itu.

“Saya juga sudah instruksikan jika turun hujan lebih dari dua jam diharapkan warga mengungsi ke tempat aman, karena khawatir terjadi longsor atau minimal pergerakan tanah yang ekstrim dan mengancam keselamatan,” kata Wawan R Effendy melansir tribunjabar.com .

Ia menambahkan, wilayah Desa Pusparahayu masuk dalam daftar daerah rawan bencana longsor di Kabupaten Tasikmalaya. Daerah rawan longsor lainnya di wilayah selatan ini, diantaranya Kecematan Sodonghilir, Taraju, Bojonggambir, Culamega, Bojongasih serta Salawu. (rev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *