Viral…! Pro-Kontra Pemasangan Spanduk Tolak Rentenir di Garut

  • Whatsapp
gerakan tolak rentenir

GARUT,JP.COM- Gerakan Tolak Rentenir di Kabupaten Garut terus meluas. Setelah warga desa Kertajaya Kecamatan Cibatu, di Desa Ragatunjung juga dipasang baner penolakan terhadap rentenit. Bahkan postingan soal itu jadi viral. Di sebuah grup facebook aksi penolakan ini ramai dibicarakan. Bahkan sampai Selasa pukul 20.00 sudah dikomentari sekitar 400 orang.

Warganet sepakat bahwa aksi rentenir ini sangat meresahkan, bahkan mencekik leher. Sasaran para rentenir itu adalah para pelaku UKM. Dalam aksinya rentenir berkedok koperasi. Gerakan warga desa tolak rentenir itu didukung oleh pemerintah setempat. Namun beragam komentar bermunculan terkait aksi penolakan rentenir tersebut.

Muat Lebih

“Terjadi pro kontra ternyata.. aya nu kasingung aya nu narima..ayanu nyinyir.. etamah tingal tanya kana diri masing2 sakuat kmaha kaimanan mnusa kaaloh.. tekudu mencaci so’alim munapik.. cukup tarima hukumna etteh bener ayat2 alloh nyarek ulah kitu petateh.. kudu atoh mun aya nu salingingetanteh.. mun urang sombong ankuh eweuh bedana jeng iblis. Iblis diponis kapir ku alloh nolak saayat titah sujud kanabi adam . Iblis nolak saayat.. tingal tanya kna diri sabaraha ayat nuditolak ku urang..munolak berati lewih ti…..i***s????? Gawean tekudu di jwb.da allohmah tebutuh jwban…🙏 reksakumaha alesange.. cek alloh haram nyaharam.rek komplen jug kaaloh keges maot nyaaa,” tulis Acu Bayu Syam.

“Sabenerna mah simple rentenir sareng bang keliling moal abus ka 1 daerah lamun di daerah eta teu aya nu nambut artos 😂😂,kdang sok hyang nanya kanu masang spanduk na mnehna boga hutang teu nya,” komentar warganet lainnya.

“Bade orang kaya orang miskin sdyn Ge garaduh sametan ,da ngjm ka dulur mh hce komo deui ka btur
Ny ari anu kapepet mh eweuh pilihan ngjm ka bank keliling da moal milu pangmayarkeun meren loba ngomong ge matak hak masing2 we eta mh
Tur nhun,” komentar Mimil😄

Mengenai hal ini sebenarnya Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman sudah mengingatkan warga Garut agar masyarakat mewaspadai pergerakan rentenir namun kedoknya koperasi di tengah masyarakat. Ia pun meminta agar koperasi yang sesungguhnya bisa diperbanyak di Kabupaten Garut agar persoalan tersebut bisa dihadapi oleh masyarakat.

“Memang tidak bisa dipungkiri di kabupaten  Garut masih banyak praktek rentenir yang berkedok Koperasi. Untuk mengatasi hal itu harus diperbanyak koperasi baik di perkotaan maupun pelosok,” kata Helmi.

Helmi mengatakan, pemerintah Kabupaten Garut akan terus hadir dan berkomitmen membangun koperasi melalui sejumlah kebijakan, program pengembangan sumber daya manusianya, hingga hal lainnya yang berkaitan.

“Kalau titik akhirnya tentu mewujudkan Garut sebagai kabupaten koperasi,” kata dia.

Menurut Helmi, koperasi merupakan badan usaha yang berwatak sosial sehingga memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat, khsusnya anggotanya secara langsung dan tidak langsung. Titik akhirnya sendiri, menurutnya adalah terbebasnya masyarakat dari rentenir.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, Eko Yulianto menyebut bahwa rentenir yang berkedok koperasi adalah tantangan untuk koperasi yang sesungguhnya. Selama ini, ia pun mengaku tidak sembarangan mengeluarkan izin pendirian koperasi untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Tentunya yang saat ini harus dilakukan adalah penyadaran masyarakat tentang koperasi itu seperti bagaimana. Sekarang ini di Garut ada 1.500-an koperasi. Yang aktif itu ada 80 persennya. Dari yang aktif, yang rutin melakukan rapat anggota tahunan hanya 500-an saja. Kita terus berproses menuju lebih baik,” katanya. [arie pribadi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar